Harapan
Harapan
Oleh: Taufik Noor
Malam yang buta telah menjelma menjadi pagi.
Pagi yang dapat menatap jiwaku yang tiada arti,
Aku masih termenung dengan tatapan kosong bagaikan orang mati,
Tatapan yang sungguh dapat menggores kata-kata hati.
Malam tadi, ya malam tadi harapan itu muncul kembali,
Harapan yang mungkin dapat membawa aku jauh untuk pergi,
Entah darimana harapan itu kembali mengisi,
Apakah dari malam-malamku yang penuh dengan kata sunyi?
Harapan itu masih seperti dulu,
Membungkam mulut bagaikan telah membisu,
Akupun tak mungkin dapat mengetahui,
Apakah aku akan mengikuti harapan kecil ini.
Aku masih saja sama seperti kemarin,
Mengikuti hati namun harapan itu kuabaikan,
Aku bingung, ya bingung bagaimana cara aku tinggalkan,
Tinggalkan harapan yang tak mungkin menjadi kenyataan.
Apakah aku harus berputus asa?
Berputus asa karena harapan itu tak mungkin menjadi nyata.
Gundah dan gelisah ini sangatlah membara,
Membakar habis hati yang tak berdosa.
Pilihan ini sangatlah susah untuk aku ikuti,
Harapan ini bagaikan beban yang menyiksa diri,
Apakah aku harus terus berharap?
Atau hanya dapat meninggalkannya tanpa sebab?
Aku bingung, ya bingung dengan semuanya,
Bingung dengan harapan yang mungkin sia-sia,
Tetapi mungkin dengan kebingungan ini,
Harapanku selama ini akan terpenuhi.
Samarinda, 03 Agustus 2017
Oleh: Taufik Noor
Malam yang buta telah menjelma menjadi pagi.
Pagi yang dapat menatap jiwaku yang tiada arti,
Aku masih termenung dengan tatapan kosong bagaikan orang mati,
Tatapan yang sungguh dapat menggores kata-kata hati.
Malam tadi, ya malam tadi harapan itu muncul kembali,
Harapan yang mungkin dapat membawa aku jauh untuk pergi,
Entah darimana harapan itu kembali mengisi,
Apakah dari malam-malamku yang penuh dengan kata sunyi?
Harapan itu masih seperti dulu,
Membungkam mulut bagaikan telah membisu,
Akupun tak mungkin dapat mengetahui,
Apakah aku akan mengikuti harapan kecil ini.
Aku masih saja sama seperti kemarin,
Mengikuti hati namun harapan itu kuabaikan,
Aku bingung, ya bingung bagaimana cara aku tinggalkan,
Tinggalkan harapan yang tak mungkin menjadi kenyataan.
Apakah aku harus berputus asa?
Berputus asa karena harapan itu tak mungkin menjadi nyata.
Gundah dan gelisah ini sangatlah membara,
Membakar habis hati yang tak berdosa.
Pilihan ini sangatlah susah untuk aku ikuti,
Harapan ini bagaikan beban yang menyiksa diri,
Apakah aku harus terus berharap?
Atau hanya dapat meninggalkannya tanpa sebab?
Aku bingung, ya bingung dengan semuanya,
Bingung dengan harapan yang mungkin sia-sia,
Tetapi mungkin dengan kebingungan ini,
Harapanku selama ini akan terpenuhi.
Samarinda, 03 Agustus 2017

Mantap
BalasHapusterimakasih ka 😊
HapusKejar terus setiap harapan dengan bersandar pada-Nya. Karena jika didiamkan hanya akan menjadi harapan mati
BalasHapusiya mba 👍👍
Hapus