Sukses Tanpa Pacaran

Sukses Tanpa Pacaran
Oleh: Taufik Noor

Wah, ini yang masih pacaran bisa melotot baca judul tulisan saya atau bahkan enggan untuk membukanya. Eits, tapi jangan sampai ya, karena pasti bakal menyadarkan kita kenapa saya menulis tentang ini. Gimana kalau pasang senyum terus dibuka dan dibaca ya, hehe. 😉

Sebenarnya saya masih ragu sih untuk menulis tentang ini, saya takut ketika ada yang baca tulisan ini malah ngomel-ngomel depan handpone atau laptopnya sambil berpikir saya ini sok tau banget tentang hal percintaan, hehe tapi tidak apa-apa deh. Jangan sampai ya setelah baca tulisan ini handpone atau laptopnya malah dibanting karena tidak menerimanya, kan sayang tuh jadi rusak. 😆

Ngomongin masalah sayang, pasti banyak yang berpikir sayang itu pasti merujuk ke makhluk deh, ketika ngomongin masalah sayang juga pasti akan mengarah ke cinta dan ngomongin tentang cinta pasti akan mengarah ke pacaran, iya kan?

Banyak orang yang menganggap kalau pacaran itu adalah untuk mengenal pasangan kita agar biar saling kenal dan dapat menuju ke jenjang keseriusan yaitu pernikahan. Eits, ini sebenarnya presepsi yang salah, kenapa saya bilang salah? Ya karena yang pacaran belum tentu deh itu pasangan bakal nikah sama kamu, bahkan ada saja yang sudah pacaran malah kandas di tengah jalan, entah itu karena masalah tidak cocok lah, orang tua tidak merestui lah, cemburu karena pacarnya dekat dengan orang lain yang berujung bunuh diri lah, atau memang tidak jodoh karena Allah memang tidak menginginkannya.

Jadi, buat kalian yang masih pacaran pikir-pikir lagi deh buat apa pacaran, tenang jodoh itu sudah ada yang ngatur kok, bahkan semua orang pasti ada jodohnya, karena manusia itu diciptakan berpasangan. Ya entah itu dipertemukan di jalan taat-Nya atau jodoh yang sudah menanti di Syurga-Nya.

Di luar sana banyak yang mengira kalau putus cinta atau memutuskan cintanya itu sangatlah menakutkan untuk dirasakan atau dihadapi, tetapi kalau kita rajin untuk mencari tahu bahkan banyak orang yang hebat atau malah sukses lahir dari putus cinta atau memutuskan cintanya.

Salah satu contoh Ustad Felix Siauw, dia adalah seorang mualaf yang dulu pernah putus cinta tapi lihat sekarang dia malah menjadi penulis terkenal, ya seperti yang kita tahu “Udah Putusin Aja” adalah bukunya dan bahkan bukunya menjadi ketegori bestseller.

Contoh lainnya adalah Raditya Dika, pasti sudah pada kenal kan sama dia. Ya dia adalah seorang penulis yang sering muncul pada layar lebar akan kebodohan dan kelucuannya. Bahkan dia menjadi idola anak remaja atau anak muda masa kini. Dia pernah menuliskan sebuah kisah cintanya yang kandas di tengah jalan. Tetapi sekarang kita lihat, dia malah dikejar-kejar wanita cantik dan mereka mau jadi pacarnya.

Mereka berdua adalah contoh kecil dari sekian banyak orang-orang yang sukses karena memutuskan keputusannya untuk hijrah menjadi lebih baik dengan cara menolak pacaran atau memutuskan untuk putus cinta dan mencari yang halal dari jalan-Nya.

Bahkan mereka sudah menjadi terkenal ke banyak mancanegara karena keputusan yang mungkin bisa dianggap sepele tapi melahirkan kesuksesan yang sangat berarti.

Putus cinta atau memutuskan percintaan itu berarti Allah sayang sama kita, karena Allah mau ngasih kita cinta yang sempurna bahkan pasangan yang sempurna yang lahir rasa sayangnya karena-Nya bukan dari kata gombalan, sogokan teraktiran atau sogokan kebaikan, seperti judul sinetron  “Gombalan Faiz untuk Maudy”, hehe kok malah promosi judul sinetron. 😁

Kenapa saya bilang kalau putus cinta atau memutuskan percintaan itu berarti Allah sayang sama kita, ya ibarat jalan pertigaan, Allah mau ngasih jalan kekita agar kita dapat memilih jalan yang bagus bukan jalan yang berlubang atau bahkan jalan yang banyak debunya.

Seperti itu juga dalam hal percintaan, Allah mau buat kita fokus dulu untuk menata kesuksesan kita di masa depan, kalau sudah sukses pasti akan banyak yang bisa dibilang “mupeng” atau muka pengen terhadap kita.

Bukan malah fokus dalam hal percintaan tapi masa depan terabaikan, pasti banyak yang beranggapan “Karena dia aku bisa fokus belajar untuk masa depan”, ya belajar apa dulu nih. Jangan bilang belajar untuk berbuat zina, kalau itu sih akibatnya malah fatal, ya karena dari situ pasti kesuksesanmu kandas di tengah jalan.

Awalnya saja pacaran itu manis tapi lihat akhirnya. Ya kalau pun nanti pacarmu akan berjodoh di pelaminan pasti masa-masa dengan pasanganmu biasa-biasa saja. Karena banyak study kasus ketika masuk ke masa rumah tangga pasanganmu tidak akan fokus ke kamu saja karena rasa sayangnya sudah habis pada masa pacaran. Lebih baik pacaran setelah pernikahan, wah pasti keromantisannya sangat berbeda dari pacaran sebelum pernikahan.

Sebagai contoh, pasangan asal Malaysia yaitu Azlan Andi dan Sabatini yang dimana mereka baru kenal selama tiga minggu yang berawal dari pertemuan “Asosiasi Malaysia” di Amerika Serikat dan berakhir langsung kepernikahan, coba search di youtube pasti keromantisannya bikin baper, hehe. 😄

Ya bukan hanya keromantisan mereka saja tetapi mereka juga termasuk orang-orang yang sukses dari hal yang bisa dibilang sangatlah kecil.

Jadi, mari yang pacaran pikirin baik-baik lagi deh bagaimana dampaknya nanti, jangan sampai malah menyesal dikemudian hari. Sedangkan untuk yang sudah hijrah, mari kita fokus menata kesuksesan kita untuk meraih masa depan indah dengan pasangan yang halal dari-Nya. Saya percaya pasti nanti akan banyak penerus Ustad Felix Siauw, Raditya Dika dan orang-orang sukses lainnya yang akan lahir sukses tanpa pacaran.



Samarinda, 02 Agustus 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terima Kasih Ibu

Harapan

Hijrahku