Sukses Tanpa Pacaran
Sukses Tanpa Pacaran
Oleh: Taufik Noor
Samarinda, 02 Agustus 2017
Oleh: Taufik Noor
Wah,
ini yang masih pacaran bisa melotot baca judul tulisan saya atau bahkan enggan
untuk membukanya. Eits, tapi jangan sampai ya, karena pasti bakal menyadarkan
kita kenapa saya menulis tentang ini. Gimana kalau pasang senyum terus dibuka dan
dibaca ya, hehe. 😉
Sebenarnya
saya masih ragu sih untuk menulis tentang ini, saya takut ketika ada
yang baca tulisan ini malah ngomel-ngomel depan handpone atau laptopnya sambil
berpikir saya ini sok tau banget tentang hal percintaan, hehe tapi tidak
apa-apa deh. Jangan sampai ya setelah
baca tulisan ini handpone atau laptopnya malah dibanting karena tidak
menerimanya, kan sayang tuh jadi rusak. 😆
Ngomongin
masalah sayang, pasti banyak yang berpikir sayang itu pasti merujuk ke makhluk
deh, ketika ngomongin masalah sayang juga pasti akan mengarah ke cinta dan ngomongin
tentang cinta pasti akan mengarah ke pacaran, iya kan?
Banyak
orang yang menganggap kalau pacaran itu adalah untuk mengenal pasangan kita
agar biar saling kenal dan dapat menuju ke jenjang keseriusan yaitu pernikahan.
Eits, ini sebenarnya presepsi yang salah, kenapa saya bilang
salah? Ya karena yang pacaran belum tentu deh itu pasangan bakal nikah sama
kamu, bahkan ada saja yang sudah pacaran malah kandas di tengah jalan, entah
itu karena masalah tidak cocok lah, orang tua tidak merestui lah, cemburu
karena pacarnya dekat dengan orang lain yang berujung bunuh diri lah, atau
memang tidak jodoh karena Allah memang tidak menginginkannya.
Jadi,
buat kalian yang masih pacaran pikir-pikir lagi deh buat apa pacaran, tenang
jodoh itu sudah ada yang ngatur kok, bahkan semua orang pasti ada jodohnya,
karena manusia itu diciptakan berpasangan. Ya entah itu dipertemukan di jalan
taat-Nya atau jodoh yang sudah menanti di Syurga-Nya.
Di
luar sana banyak yang mengira kalau putus cinta atau memutuskan cintanya itu
sangatlah menakutkan untuk dirasakan atau dihadapi, tetapi kalau kita rajin
untuk mencari tahu bahkan banyak orang yang hebat atau malah sukses lahir dari putus cinta atau memutuskan cintanya.
Salah
satu contoh Ustad Felix Siauw, dia adalah seorang mualaf yang dulu pernah putus cinta tapi lihat sekarang dia malah menjadi
penulis terkenal, ya seperti yang kita tahu “Udah
Putusin Aja” adalah bukunya dan bahkan
bukunya menjadi ketegori bestseller.
Contoh
lainnya adalah Raditya Dika, pasti sudah pada kenal kan sama dia. Ya dia adalah
seorang penulis yang sering muncul pada layar lebar akan kebodohan dan
kelucuannya. Bahkan dia menjadi idola anak remaja atau anak muda masa kini.
Dia pernah menuliskan sebuah kisah cintanya yang kandas di tengah jalan. Tetapi
sekarang kita lihat, dia malah dikejar-kejar wanita cantik dan mereka mau jadi
pacarnya.
Mereka
berdua adalah contoh kecil dari sekian banyak orang-orang yang sukses
karena memutuskan keputusannya untuk hijrah menjadi lebih baik dengan cara
menolak pacaran atau memutuskan untuk putus cinta dan mencari yang halal dari
jalan-Nya.
Bahkan
mereka sudah menjadi terkenal ke banyak mancanegara karena keputusan yang
mungkin bisa dianggap sepele tapi melahirkan kesuksesan yang sangat berarti.
Putus
cinta atau memutuskan percintaan itu berarti Allah sayang sama kita, karena
Allah mau ngasih kita cinta yang sempurna bahkan pasangan yang sempurna yang
lahir rasa sayangnya karena-Nya bukan dari kata gombalan, sogokan teraktiran atau sogokan
kebaikan, seperti judul sinetron “Gombalan Faiz untuk Maudy”, hehe kok
malah promosi judul sinetron. 😁
Kenapa
saya bilang kalau putus cinta atau memutuskan percintaan itu berarti Allah sayang
sama kita, ya ibarat jalan pertigaan, Allah mau ngasih jalan kekita agar kita
dapat memilih jalan yang bagus bukan jalan yang berlubang atau bahkan jalan
yang banyak debunya.
Seperti
itu juga dalam hal percintaan, Allah mau buat kita fokus dulu untuk menata kesuksesan
kita di masa depan, kalau sudah sukses pasti akan banyak yang bisa dibilang “mupeng” atau muka pengen terhadap kita.
Bukan
malah fokus dalam hal percintaan tapi masa depan terabaikan, pasti banyak yang
beranggapan “Karena dia aku bisa fokus
belajar untuk masa depan”, ya belajar apa dulu nih. Jangan bilang
belajar untuk berbuat zina, kalau itu sih akibatnya malah fatal, ya karena
dari situ pasti kesuksesanmu kandas di tengah jalan.
Awalnya
saja pacaran itu manis tapi lihat akhirnya. Ya kalau pun nanti pacarmu akan
berjodoh di pelaminan pasti masa-masa dengan pasanganmu biasa-biasa saja.
Karena banyak study kasus ketika masuk ke masa rumah tangga pasanganmu tidak
akan fokus ke kamu saja karena rasa sayangnya sudah habis pada masa pacaran.
Lebih baik pacaran setelah pernikahan, wah pasti keromantisannya sangat berbeda
dari pacaran sebelum pernikahan.
Sebagai
contoh, pasangan asal Malaysia yaitu
Azlan Andi dan Sabatini yang dimana mereka baru kenal selama tiga minggu yang
berawal dari pertemuan “Asosiasi
Malaysia” di Amerika Serikat dan
berakhir langsung kepernikahan, coba search
di youtube pasti keromantisannya bikin baper, hehe. 😄
Ya
bukan hanya keromantisan mereka saja tetapi mereka juga termasuk orang-orang
yang sukses dari hal yang bisa dibilang sangatlah kecil.
Jadi,
mari yang pacaran pikirin baik-baik lagi deh bagaimana dampaknya nanti, jangan
sampai malah menyesal dikemudian hari. Sedangkan untuk yang sudah hijrah, mari
kita fokus menata kesuksesan kita untuk meraih masa depan indah dengan pasangan
yang halal dari-Nya. Saya percaya pasti nanti akan banyak penerus Ustad Felix
Siauw, Raditya Dika dan orang-orang sukses lainnya yang akan lahir sukses tanpa
pacaran.
Samarinda, 02 Agustus 2017

Komentar
Posting Komentar