Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Ketakutan....

Gambar
Ketakutan.... Oleh: Taufik Noor Pada Minggu Malam 30/07/17, malam hari ini seperti biasa aku duduk diam membisu menemani sang kesunyian. Pada malam ini mulutku seperti terkunci rapat bagaikan bibir teroleskan lem yang begitu kuat. Aku duduk terpaku tak dapat pindah ke tempat yang ingin aku jangkau seperti ada yang melarang tubuh untuk berdiri dari tempat duduk ini. Pada malam ini, aku seperti berbeda dari malam-malam lainnya. Tiba-tiba mataku tertutup rapat karena tak kuat menahan katup yang sangatlah berat. Sayu-sayu masih terdengar suara angin malam yang melilit kesunyian. Perlahan aku buka mata ini, aku hanyut dalam kesunyian sehingga tak dapat lagi aku bicara sepatah kata. Kulihat disekitar begitu gelap, tak ada cahaya setitik pun yang menemani pada gelapnya itu. Dingin, dinginnya itu pun menerpa tubuh ini bagaikan tubuh terasa membeku  dan tak dapat digerakkan. Malam ini terasa berbeda dari malam yang lainnya. Aku takut, takut ada hal yang tak terduga. ...

Pesan Untuk Muslimah Bercadar di Tengah Negara Islamophobia

Gambar
Pesan Untuk Muslimah Bercadar di Tengah Negara Islamophobia Oleh: Taufik Noor Cerita ini berasal dari Ummu Azura. Bahwa ada seorang muslimah di Inggris, menyebut dirinya Umm Abdullah, memakai cadar sedang bepergian menaiki kereta di Inggris. Dalam perjalanannya, ia mendapatkan catatan dalam kertas kecil dari orang asing. Pesan dalam catatan itu benar-benar tak terduga. Dalam postingannya di Facebook, Umm Abdullah menjelaskan bagaimana ia melihat seorang wanita asing yang sedang duduk di seberangnya terus menatapnya. Sebagai seorang muslimah yang memakai cadar, ia mengatakan sudah biasa bila orang-orang menatap kepadanya. Itu mungkin bukan hal aneh di tengah islamophobia di Inggris dan Eropa secara umum. Wanita yang tak dikenalnya itu duduk di depannya, selalu menghindari kontak mata, tetapi berusaha mencuri pandangan. Ia memalingkan wajah ketika Umm Abdullah menatapnya. “Jadi, ada seorang wanita, saya perhatikan secara khususnya duduk di hadapan saya. Saya bisa...

Catatan Anak Perantau....

Gambar
Catatan Anak Perantau.... Oleh: Taufik Noor Hari Senin 31/07/17. Sore ini mentari memancarkan sinarnya kembali ke seluruh kota tepian. Ya itulah julukan kota Samarinda yang kendaraaan terlalu ramai berlalu lalang. Bahkan suara kendaraan yang saling berbalapan pun sudah jadi tontonan yang lazim di kota ini. Kumpulan orang pun terlalu sibuk berkerumun di bangunan kota yang sangat menjulang ke langit bahkan ada yang terlalu sesak memakan hamparan tanah kota. Disini aku termenung, di dalam kamar yang kumuh ditemani oleh kesendirian. Perasaan yang gundah, gelisah, ceria bahkan marah pun sering bercampur baur menjadi satu. Ya inilah aku, seorang anak perantau yang jauh dari kampung halaman yang sejak Mei 2015 memutuskan untuk hijrah. Meninggalkan kota Paser yang dulu aku jalani, bahkan rela meninggalkan mereka yang sangat aku dambakan, ya mereka adalah keluarga kecilku. Lazimnya setiap pertemuan pasti ada perpisahan begitu pula setiap kepergian pasti ada saja kepulanga...

Makna Khitbah....

Gambar
Makna Khitbah.... Oleh: taufik Noor Makna khitbah atau meminang adalah meminta seorang wanita untuk dinikahi. Khitbah ini ditujukan kepada wali dari calon, bukan langsung diutarakan pada si calon tanpa sepengetahuan ayah atau walinya. Sebab pada hakikatnya, ketika berniat untuk menikahi seorang gadis, maka gadis itu tergantung dari ayahnya. Ayahnya lah yang menerima pinangan itu atau tidak dan ayahnya pula yang nantinya akan menikahkan anak gadisnya itu dengan calon suaminya. Meminang adalah muqaddimah dari sebuah pernikahan. Sebuah tindakan yang telah disyariatkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebelum dilakukan pengikatan akad nikah agar masing-masing pihak bisa mengenal satu sama lain. Jadi apabila seorang lelaki berkata pada orang tua mu "Saya ingin menikahi anak bapak" itu sudah terhitung khitbah. Karena, khitbah bukanlah acara lamaran apalagi tukar cincin ya (karena itu adalah budaya barat yang bertentangan dengan syariat islam) . Setelah khitbah ini b...

Wahai Saudaraku....

Gambar
Wahai Saudaraku.... Oleh: Taufik Noor Wahai saudaraku, Dengarlah tangisan mereka, Tangisan yang bercampur lumuran darah, Rasa sakit selalu mereka tahan. Wahai media, Kenapa engkau membisu, Kenapa engkau seperti tak tahu, Hanya sedikit yang mengabarkan mereka. Mereka ditindas, wilayah mereka dirampas, Bahkan banyak nyawa tak bersalah pun ikut lepas, Apakah salah mereka ? Mereka hanya ingin ceria. Mereka saudara kita, Mereka keluarga kita, Kenapa kita hanya dapat diam, Apakah kita dan mereka tidak ada ikatan. Wahai saudaraku, Bantulah mereka, Mereka juga ingin bahagia, Mereka juga ingin merdeka. Janganlah kau ragu, Panjatkan lah doa mu, Doa untuk mereka, Saudara kita di Al-Aqsha. "Birruh Biddam Nafdika Ya Aqsha"  Samarinda, 29 Juli 2017

Sujud dan Harapan

Gambar
Sujud dan Harapan Oleh: Taufik Noor Pagi ini cerahnya hari,, Ku buka mata yang penuh dosa ini,, Masih terbayang gelapnya mimpi,, Ya mimpi, mimpi yang membuat aku ingin mati.. Ku sandarkan bahuku di dinding lapuk,, Bagaikan umurku sudah tak terbentuk,, Hati ini bagaikan dihantui malam yang buruk,, Malam yang membuat pikiranku terpuruk.. Ku tarik nafas agar dapat aku tenang,, Aku bingung, bingung bagaimana aku menyimpan,, Menyimpan masa lalu yang sangatlah kelam,, Masa yang mungkin dapat membuat aku berantakan.. Pagi ini masih seperti pagi biasa,, Mentari dan kicauan burung menyambutku yang penuh dosa,, Tetapi mengapa dunia sesalu menyapa,, Seperti dia tak tahu apa-apa.. Aku bingung, bingung dengan diri sendiri,, Apakah dosa itu dapat terganti,, Terganti dengan senyumku kembali,, Yang dapat membawa aku melewati hijrah ini.. Sekarang aku hanya dapat sujud,, Sujud hingga dahi ini mengkerut,, Aku hanya dapat berharap,, Agar...

Tunggulah, Bersabarlah...

Gambar
Tunggulah, Bersabarlah... Oleh: Taufik Noor 🎆 Siapakah yang tak ingin hidayah mengetuk hati orang yang dicintai ?? 🎆 ➖ Jika engkau inginkan kebaikan pada saudaramu,, Maka ajak lah ia tuk bergandengan,, Dan beriringan menuju jalan-Nya.. Bertuturlah dengan baik,, Berilah senyuman tatkala ia tak peduli.. Tunggulah,, Bersabarlah,, Hingga pintu itu terbuka.. Jangan kau paksa,, Dan jangan pula kau marahi.. Sebab nasehat itu akan berubah,, Berubah menjadi pisau yang tajam.. Yang hanya membuat goresan di hati,, Dan akan membuat lari.. Jangan kau paksa,, Jangan pula kau marahi.. Sesungguhnya hidayah itu ada di tangan-Nya,, Yang Maha membolak-balikkan hati.. Ibnu Hazm Azh Zhahiri mengatakan: "Janganlah kamu memberi nasehat dengan mensyaratkan nasehatmu harus diterima. Jika kamu melanggar batas ini, maka kamu adalah seorang yang zhalim..." (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44) Samarinda, 29 Juli 2017

Kesepian Hanya Datang Kepadamu Yang Lupa

Gambar
Kesepian Hanya Datang Kepadamu Yang Lupa Oleh: Taufik Noor Menyenangkan sekali.... Ketika aku bisa menyapamu setiap pagi,, Ketika aku bisa terus memberi perhatian untukmu,, Ketika aku tertawa karena bercanda dalam ruang chatting denganmu,, Sungguh, menyenangkan,, Menyenangkan bisa bertukar kalimat denganmu kapan pun aku mau,, Bahkan ketika aku merasa kesepian, kamu jadi teman bicara via teks yang menghilangkan sepi itu. Dulu.... Ya, itu dulu, semua sudah berlalu,, Aku tahu mungkin kamu pikir aku berubah,, Tapi percayalah, sebenarnya tidak,, Aku masih sama, hanya caraku yang berbeda. Walau sebenarnya setan tak menyerah menggodaku tuk mengirim chat padamu,, Yang hanya tuk sekadar bertanya kabar,, Tapi aku tahan, aku tak ingin yang dulu terulang,, Menyenangkan namun semua salah. Kini bukan lagi kamu, tapi Allah Ta'ala.... Chatting dengan Allah lebih terasa indah,, Sungguh tiada lagi alasan sepi untuk menyapamu via chat,, Karena aku sibuk "Chatting...

Suatu Waktu, Izinkan aku....

Gambar
Suatu Waktu, Izinkan aku.... Oleh: Taufik Noor Untukmu Yang Jauh Disana,,,, Sejuta doa selalu ku panjatkan kepada-Nya,, Dan tak pernah bosan aku untuk terus menyapa-Nya,, Menyapa dengan penuh kelembutan,, Agar sang Maha cinta cepat memberiku sebuah jawaban,, Jawaban yang akan membuat hati ini bahagia,, Bahagia yang tak terkira,, Bahkan langit pun ikut bersuka cita,, Dia mencurahkan segala keindahan yang dimiliki-Nya.. Untukmu Yang Jauh Disana,,,, Terkadang mata ini iri kepada hati,, Karena kau ada dihatiku,, Namun tak nampak dimataku,, Aku tak tahu.... Bagaimana menjelaskan rindu,, Rindu kepada seseorang yang entah siapa dan dimana,, Untuk saat ini.... Aku hanya dapat menyebut namamu disetiap untaian doaku pada-Nya,, Aku hanya meminta kepada-Nya,, Agar kita dapat dipersatukan diwaktu yang tepat dan di jalan taat-Nya,, Sebab, aku tak hanya ingin bersamamu di dunia saja,, Tapi aku juga ingin bersamamu di Surga-Nya,, Untukmu Yang Jauh Disana,,,, Suatu waktu...