Dewasanya Lelaki
Dewasanya Lelaki
Oleh: Taufik Noor
“Kedewasaan dan kehormatan lelaki itu
dinilai dari cara dia bertanggung jawab”
Nah dari
kutipan itu dapat ditinjau kalau lelaki yang dewasa itu mengerti akan rasa
tanggung jawab, ya bertanggung jawab dalam segala hal seperti bertanggung jawab
untuk mengistirahatkan hatinya ketika hatinya telah mengarah kepada wanita,
bertanggung jawabnya itu dengan cara mendatangi orang tua atau wali wanita
tersebut. Dengan begitu hatinya dapat istirahat, ya istirahat di tempat yang
tepat, yaitu istirahat di tempat yang halal untuknya.
Jadi kalau
masih ada lelaki yang seperti itu tetapi malah cara istirahatnya berbeda, yaitu
dengan cara pacaran contohnya, nah lelaki seperti ini harus dipertanyakan. “Bagaimana dia dapat bertanggung jawab dalam
rumah tangganya dikemudian hari apabila dia sendiri saja belum bisa bertanggung
jawab menjaga hatinya?”.
Lelaki itu
adalah seorang imam untuk keluarganya nanti, nah untuk imam itu berarti harus
belajar dari sekarang, tapi jangan sampai deh belajarnya itu dengan cara
pacaran, karena pacarmu itu belum bisa jadi makmummu, pacarmu itu masih
menjadi makmum bapaknya, kalau mau berlajar itu pakai lah pedoman muslim yaitu Al-Qur’an.
Dari Al-Qur’an sendiri sudah menjelaskan
kalau pacaran itu haram seperti tertera dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat
32, jadi buat kamu yang masih pacaran tapi belum siap menikah mending stop saja
dulu deh pacarannya, mantapkan dulu diri sendiri untuk menikah, karena pacaran
itu sementara. Sudah tahu haram pasti Allah tidak akan memberi ridha-Nya.
Kalau kamu
masih pacaran mending ingat deh sama ibu kamu atau adik perempuan kamu, kalau
misalnya mereka ditempatkan diposisi pacarmu pasti kamu bakal berpikir untuk
kedua kalinya. Ya mungkin kamu akan bilang “Kami
pacaran islami kok” atau bahkan “Kami
tidak berbuat apa-apa, kami cuman chatting saja tidak lebih”, ingat ya
friend pacaran itu tidak ada yang islami kalau memang mendekati zina mending
menikah saja, pacaran pun kalau memang kamu beranggapan “cuman chatting”, ya ingat setan itu malah suka dengan kata “Cuman” yang awalnya “Cuman chatting” pasti akan sampai “Cuman pegangan tangan, cuman nonton bareng,
cuman ini, cuman itu” malah yang lebih parahnya lagi akan berakhir sampai
kata “Cuman sekali saja kok berhubungan
dengan dia”.
Naudzubillah,
ingat itu cuman awal dari kata “Cuman”.
Jadi cepat deh memutuskan mending buatlah kamu memiliki rasa bertanggung jawab
yang besar, kalau kamu tidak bisa mending berlajar dulu jangan malah lampiaskan
kebertanggung jawaban kamu dengan kata pacaran.
Kalau kamu
sudah terjerumus mending cepat temui orang tua atau walinya dari pada akhirnya
malah menyesal, tapi kalau sudah berarti kamu adalah lelaki yang termasuk punya rasa bertanggung jawab yang besar.
Samarinda, 04 Agustus 2017

Sippo... Say no to Steady. Oh iya maksud dari kata "Coba bayangkan adik perempuanmu ada di posisi pacarmu" itu maksudnya gmna ya?. Ikut rugikah gt? Taufiknoorr??
BalasHapusiya mba, kalau misalnya adik perempuan ada diposisi pacar, brarti adik perempuan juga sama punya hubungan dengan yg bkn halalnya
Hapus